Select Menu

Kamar mandi telah terbukti menjadi satu tempat terkotor di rumah.

Ini memungkingkan kamar mandi bisa menjadi penyebaran penyakit bagi penghuni rumah.

Oleh sebab itu penting untuk selalu merawatnya dengan rutin membersihkannya.

Tak hanya untuk hal kesehatan, kamar mandi yang kotor juga terlihat jorok dan tak nyaman untuk digunakan.

Misalnya saja noda dan kotoran dari buih sabun, air sadah kaya mineral, hingga urin yang menumpuk dan meninggalkan kerak di permukaan dinding keramik.

Kerak ini bisa menjadi tempat pertumbuhan lumut dan jamur yang tak hanya mengganggu mata tapi bisa menimbulkan bau tak sedap.

Oleh sebab itu, kerak di kamar mandi perlu dibersihkan atau dihilangkan agar kamar mandi bersih seutuhnya.

Jika Anda mengalami permasalahan seperti ini, berikut ini ada solusi mudah mengatasinya.

Simak berikut ini untuk Anda coba lakukan di rumah.

Trik Membersihkan Kerak Membandel di Dinding Keramik Kamar Mandi
Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini tiga cara membersihkan kerak di kamar mandi.

Anda bisa memanfaatkan pembersih dari bahan-bahan yang tersedia di dapur Anda.

1. Bersihkan dengan cuka

Siapkan cuka putih, botol semprotan, dan air panas lalu masukkan cuka putih ke dalam botol semprotan.

Selanjutnya, siram permukaan keramik di dinding dan lantai kamar mandi dengan air panas untuk melunturkan kerak.

Semprotkan cuka ke seluruh permukaan keramik di dinding dan lantai kamar mandi lalu diamkan beberapa saat.

Terakhir, gosok permukaan keramik di dinding dan lantai kamar mandi dengan sikat kemudian bilas hingga bersih.

2. Bersihkan dengan abu gosok dan garam kasar

Siapkan abu gosok dan garam kasar untuk dijadikan sebagai kombinasi terbaik untuk menghilangkan kerak di kamar mandi.

Taburkan abu gosok dan garam kasar ke permukaan keramik di lantai maupun dinding kamar mandi dan diamkan beberapa menit.

Selanjutnya siram permukaan keramik di lantai dan dinding kamar mandi menggunakan air hangat dan sikat sampai bersih.

3. Bersihkan dengan sitrun

Campurkan sitrun dan air hangat dalam gayung atau ember kecil. Ambil kain lap dan basahi ke larutan sitrun.

Usapkan kain lap yang telah dibasahi larutan sitrun ke keramik di dinding dan lantai kamar mandi.

Kain lap bisa diganti dengan kuas atau spons (bagian belakang spons yang lembut) untuk membersihkan dinding dan lantai kamar mandi.

Anda bisa mencoba salah satu bahan di atas dengan yang Anda miliki untuk membersihkan kamar mandi Anda

Lahir, tua, sakit dan mati adalah hal yang wajar dalam roda kehidupan manusia. 

Ada kehidupan pasti ada kematian, Saat kelahiran manusia akan membawa sukacita, sementara kematian akan membawa kesedihan, sulit memang untuk bisa menjaga keseimbangan jiwa dalam menyadari betul akan arti hidup dan mati.

Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian.

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan. 

Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan. 

Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri. 

Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa

melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap Matahari. 

Tentu saja Matahari di siang hari, bukan Matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau, namun, ia bisa menatap Matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam. 

Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.
 
11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri. 

Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar Matahari, atau di bawah sinar Bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.

Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.

Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Rumah adalah tempat kita beristirahat dan berkumpul dengan sanak keluarga. Rumah juga adalah tempat kita mengharapkan datangnya rahmat dari Allah, SWT.

Tapi bagaimana jika seandainya tanpa kita sadari rumah yang kita bangun ternyata berisi hal-hal yang dimurkai Allah sehingga malaikat enggan masuk ke dalamnya. 

Dan bahkan mungkin saja menjadi tempat bersemayamnya para syetan dan jin yang dilakna
yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa

1. Rumah orang yang memutuskan silaturahim

2. Rumah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya

3. Rumah orang yang memakan harta anak yatim

4. Rumah orang yang memakan riba

5. Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah

6. Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu

7. Rumah yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat

8. Rumah yang di dalamnya ada alunan lagu selain dzikir

9. Rumah yang di dalamnya ada lonceng

10. Rumah yang digunakan minum khamr

11. Rumah yang ditempati perjudian dan sajian berhala

12. Rumah yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra

13. Rumah yang di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit

14. Rumah yang penghuninya hidup boros

15. Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan

16. Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar

Pecahan kaca bisa terkena kulit dan membuat Anda terluka.

Hal ini pun bisa sering terjadi jika kualitas gelas kaca Anda tipis.

Permuakaan yang tipis membuat gelas kaca mudah memuai dan akhirnya pecah saat dituangi air panas.

Cara Mencegah Gelas Kaca Pecah

Supaya gelas kaca Anda tidak pecah, ternyata ada trik mudah yang bisa Anda coba.

Salah satu caranya adalah merebus gelas kaca.

Cara ini barangkali terdengar aneh.

Namun merebus gelas kaca bisa mecegah gelas pecah saat diisi air panas.

Dikutip dari "Aneka Tip Seputar Dapur" (2017) oleh Srikandi Waluyo dan A. Rahartati Bambang Haryo terbitan Elex Media Komputindo cara mencegah gelas agar pecah saat dituang air panas bisa dengan merebusnya ketika masih baru.

Cara merebus gelas baru ini cukup mudah.

Pertama, rendam gelas tersebut di dalam panci berisi air.

Perlahan-lahan, jerangkan air hingga mendidih memakai api kecil.

Setelah itu matikan apinya lalu biarkan air dingin.

Cara ini dapat membuat gelas kaca lebih kuat jika suatu ketika dituang air panas.

Selain merebus, Anda juga bisa menaruh sendok besi dalam gelas.

Menaruh sendok di dalam gelas dapat mencegah gelas saat dituang air panas, seperti dilansir dari Glassdoor.

Pasalnya, sendok merupakan konduktor yang air sehingga bisa mendistribusikan panas ke seluruh bagiannya.

Oleh karenanya, Anda tidak perlu khawatir jika harus menuang air panas terus-menerus ke dalam gelas yang ada sendoknya.

Selain itu, air panas juga bisa dituang perlahan untuk meminimalisir gelas pecah.

Sebaiknya tuang apda bagian dasar gelas.

Bagian ini memiliki ketebalan yang lebih tebal dibanding bagian sisi.

Bagian sisi memiliki ketebalan yang tipis.

Sisi yang tipis ini bisa jadi membuat gelas mudah pecah saat dituang air panas.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Gayung sama pentingnya dengan ember untuk membantu mandi jadi lebih bersih.

Bahkan saking seringnya dipakai, gayung jadi tampak kotor.

Lumut dan noda hitam sering muncul di gayung dan membuat pengalaman mandi jadi kurang menyenangkan.

Padahal untuk membersihkan gayung cukup menggunakan bahan yang ada di dapur.

Cara Membersihkan Gayung Kamar Mandi

Bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan gayung dan ember adalah citrun zuur atau citric acit atau disebut juga sitrun.

Teman-teman bisa menemukan bahan kimia ini di toko bangunan dengan harga yang terjangkau.

Untuk membersihkan ember atau gayung, siapkan citrun zuur sekitar setengah kilogram.

Lalu siapkan juga air, sendok plastik, dan lap kering.

Untuk membersihkannya, yang pertama dilakukan adalah membasahi seluruh permukaan gayung atau ember.

Lalu taburkan bubuk citrun zuur menggunakan sendok plastik, pastikan jangan langsung menyentuh bahan kimia pembersih ini dengan tangan, ya.

Berikan seluruh permukaan ember atau gayung dengan citrun zuur.

Setelah itu, diamkan ember atau gayung selama satu sampai tiga menit, agar citrun zuur bekerja dengan baik.

Lanjutkan dengan membilas ember dan gayung hingga bersih menggunakan air mengalir.

Pastikan semua kotoran sudah terangkat dengan bersih dengan menggosok seluruh permukaan ember.

Kemudian, bersihkan seluruh permukaan ember dan gayung menggunakan lap kering.

Untuk membersihkan ember dan gayung tidak perlu dilakukan setiap hari.

Cukup dilakukan setiap satu bulan sekali atau saat sudah terlihat kotor.

Dua benda ini akan semakin cepat kotor jika sering digunakan, bila ember jarang digunakan teman-teman tidak perlu melakukan pembersihkan dengan citrun zuur.

Selain membersihkan ember, bahan kimia ini juga bisa membantu membersihkan lantai kamar mandi secara maksimal.

Sering kita mengatasi ember bocor dengan membeli baru.

Padahal dengan cara ini, kita bisa memperoleh ember bocor yang tampak baru.

Cara Memperbaiki Ember Bocor

Ketika sudah pecah, tentu saja ember tidak bisa digunakan lagi.

Kebanyakan orang akan membuang ember begitu saja karena dianggap sudah tidak berguna.

Padahal, ember yang sudah bocor sebenarnya bisa saja ditambal.

Bahkan, Anda cukup bermodalkan 2 bahan saja yaitu lilin dan lem tembak.

Berikut ini cara menambal ember melansir dari Kompas:

1. Siapkan lilin, kemudian nyalakan apinya.

2. Setelah lilin menyala, bakar lem tembak sampai meleleh.

3. Jika sudah meleleh, oleskan lem tembak ke bagian luar ember yang pecah.

Jangan lupa juga bagian dalam ember yang pecah juga harus dioleskan lem tembak secara merata.

4. Kemudian, diamkan beberapa saat sampai bagian pecah ember menyatu kembali.

5. Apabila dirasa lem tembak sudah mengering, isi ember dengan air.

Hal itu bertujuan untuk memastikan apakah masih ada bagian ember yang bocor atau tidak.

Apabila sudah tidak ada yang bocor, maka ember pun sudah siap digunakan kembali.

Ember juga akan lebih kuat ketika digunakan karena sudah dilem.

Cara ini tentu saja bisa membuat Anda lebih hemat dari soal uang.

Karena, Anda tak perlu lagi membeli baru setiap kali ember pecah.

Anda tinggal tambal saja ember sendiri di rumah supaya uangnya lebih irit dibanding harus beli baru lagi.

Cara ini juga cukup mudah dan terbilang sangat efektif.

Bagaimana mudah sekali bukan? Jangan lupa untuk mencobanya di rumah ya.

Dua pohon trembesi berumur ratusan tahun di sebelah barat Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah, ditebang karena sudah lapuk dan membahayakan pedagang, Jumat (29/5/2020).

Saat ditebang, petugas maupun warga yang menyaksikan dibuat geger, karena di dalam batang phon itu dipenuhi kerumunan lebah.

Dua pohon tersebut berukuran sangat besar. Bahkan diameter atau jarak garis tengah batang pohon tersebut mencapai hampir satu meter.

Penebangan ranting dan batang pohon di Sragen itu dilakukan sejak Kamis (28/5/2020). Di salah satu pohon itu saat ditebang ternyata ada rumah lebah madu. Tampak banyak lebah madu berkerumun.

Sementara itu, beberapa batang pohon tua di Sragen tersebut menimpa lapak pedagang di bawahnya. Ranting dan batang itu hingga Jumat pagi belum dibersihkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Ishariyanto, saat dihubungi Solopos.com, Jumat, mengatakan ada dua pohon yang ditebang karena lapuk dan membahayakan pedagang.

Dia menjelaskan pohon pertama ditebang pada 26 Mei 2020 lalu. Sedangkan pohon kedua proses penebangan dilakukan selama dua hari yakni pada Kamis-Jumat.

Kondisi Pohon Mengkhawatirkan

“Kondisi pohon sudah mengkhawatirkan. Kalau dari umurnya sudah tua dan ratusan tahun ada. Sejak saya masih bocah pohonnya sudah sebesar itu. Nanti pohon-pohon lain yang membahayakan juga ditebang. Sekitar empat pohon besar yang akan ditebang,” ujar dia

Lurah Pasar Bunder Sragen, Sugino, mengatakan untuk pedagang yang memiliki lapak di bawah pohon tua tersebut sudah diajak musyawarah.

Mereka sudah disarankan untuk segera membongkar lapak mereka sebelum proses penebangan dimulai. Para pedagang itu yang lapaknya terkena ranting pohon tua tersebut.

Rupanya, para pedagang yang membiarkan lapaknya di bawah pohon berumur ratusan tahun itu sudah punya rencana sendiri.

“Namun, ada pedagang yang memang sengaja dan memilih membiarkan atau tidak membongkar lapak kios mereka karena pedagang sudah punya rencana mau diperbaiki sendiri,” ujar Sugino.